Telepon Ke Indonesia sekarang juga!

gw

Liat iklan salah satu provider telco ini waktu lagi kesasar di Tebedu, Malaysia. Bahasa iklannya ringkas, padat dan langsung ke pesan yang ingin disampaikan. Membuat diriku ini jadi kepengen nelpon ke Indonesia, sekarang juga… :)

Add comment May 13th, 2010

Merantau ke Sanggau

tebedu

Akhirnya update blog ini lagi, hehehehe

Tak terasa sudah 1 tahun 3 bulan saya merantau ke Kalimantan Barat ini, tepatnya di kabupaten Sanggau. Kota yang tak pernah saya kenal sebelumnya, karena saya memang tidak terlalu suka pelajaran geografi, hehehe. Tapi yang pasti, hidup memang penuh kejutan. Meninggalkan teman-teman lama, untuk kemudian bertemu dengan teman-teman dan pengalaman baru.

Jadi, bagaimanakah Sanggau?

Kota Sanggau merupakan salah satu kabupaten yang ada di propinsi Kalimantan Barat. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Tidak heran jika di Sanggau banyak ditemukan mobil dengan plat nomor Malaysia. Mayoritas penduduk di Sanggau juga menggunakan gas elpiji dari Petronas, bukan dari Pertamina (lebih murah dan lebih mudah didapatkan).

Dari Pontianak, kita harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 5 jam untuk sampai ke kota Sanggau. Melewati satu ruas jalan menuju daerah Tayan sepanjang kurang lebih 30 km yang masih dalam pengerjaan dan belum diaspal, tapi sudah bisa dilewati. Selain itu ada satu ruas jalan antara Bodok - Sanggau yang walaupun sudah aspal tapi rusak parah dan berlobang, sehingga cukup menghambat perjalanan. Truk-truk bermuatan barang sering sekali nyangkut atau terbalik di ruas ini. Jika Anda menyukai olahraga alam dan offroad, maka pasti menyukai medan yang menantang ini. Tetapi sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan alam, sawah dan hamparan kebun sawit yang indah.

Jika mau jalan-jalan ke kota Kuching, Malaysia cukup ditempuh selama kurang lebih 4 jam naik mobil dari kota Sanggau melewati perbatasan atau border Entikong (Indonesia) dan Tebedu (Malaysia). Banyak penduduk di Kalimantan Barat ini yang lebih suka berobat ke Kuching, karena selain fasilitasnya lebih bagus juga tidak terlalu mahal (bahkan ada yang bilang lebih murah daripada berobat ke Jakarta).

Ada tiga suku di Kabupaten Sanggau yaitu suku Melayu, suku Dayak dan Cina Keturunan. Disini juga terdapat transmigran dari Jawa. Mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian, yaitu kelapa sawit dan karet. Selain itu ada juga pertambangan emas, tetapi tidak terlalu besar.

Seperti umumnya di Kalimantan Barat, di Kota Sanggau juga terdapat bangunan kraton Raja-Raja Melayu. Kraton ini terletak di Muara Kantuk, di tepian sungai Kapuas. Selain itu di sepanjang Muara Kantuk ini, setiap sore dan malam hari ramai dikunjungi masyarakat, baik muda dan tua. Duduk-duduk menikmati minuman dan makanan yang tersedia, sembari ngobrol dengan teman dan menikmati indahnya pemandangan sungai Kapuas.

Seperti yang akan saya lakukan sebentar lagi… :)

nb : Tulisan ini juga saya posting di ekoprayitno.blogspot.com

2 comments April 4th, 2010

Canda Hari Ini

Seperti hari-hari kerja biasanya, sebuah kereta dalam kota sudah dipenuhi oleh penumpang yang berjejal takut tidak mendapatkan kereta selanjutnya. Untuk berdiri saja terasa sesak sekali. Di antara keramaian tersebut, seorang penumpang wanita yang berdiri karena tidak mendapat tempat duduk mendadak berpaling dengan wajah penuh ekspresi marah kepada pria yang berdiri persis di belakangnya,

“Hei, kamu! Kalau kamu tidak berhenti menyodok-nyodok dari belakang, saya akan teriak agar kamu nanti habis dipukuli orang-orang!” Pria yang tepat berada di belakang dirinya itu menjawab, “Saya tidak mengerti apa yang Mbak bicarakan,” Si pria itu lalu meneruskan bicaranya, “Yang Mbak rasakan menonjol itu cuma uang yang saya taruh di kantung depan celana saya. Saya baru gajian, Mbak.” “Oh ya?” tanya si wanita itu kembali dengan ketus dan semakin marah. Si wanita menambahkan, “Kalau begitu hebat benar kamu ya, selama berdiri di situ gaji kamu bertambah terus!”

Add comment March 16th, 2010

Poker Hari Ini

Mas mau beli koin Poker ga? Koin 1 Milyar cukup bayar Rp 10ribu aja, ditempat laen ada yang Rp 15 ribu lho…

Pertanyaan ini saya dapat waktu lagi nongkrong di salah satu warnet di kota Sanggau, Kalbar. Pertanyaan yang sama juga saya dapat di salah satu biro koran di daerah itu, waktu mau pasang iklan kolom. Pegawainya melayani saya sambil bermain Games Poker di komputernya. Demikian juga dengan kawannya di seberang meja.

Bagi anda pecinta games-games keluaran FB, tentu tidak asing dengan games Poker ini, atau mungkin anda adalah salah satu penggemar beratnya. Saya pernah mencobanya sekali, tetapi gagal untuk menggemarinya.

Mendapati pertanyaan-pertanyaan seperti itu, saya jadi paham kenapa hampir di setiap warnet yang saya datangi, rata-rata penjaga dan pengunjungnya sedang memainkan games ini. Dan beberapa kali saya memang mendapati pengunjung warnet ada yang menghampiri penjaga warnet untuk membeli koin Poker.

Saya sih sampai sekarang tidak begitu paham, untuk mendapatkan koin 1 Milyar itu menghabiskan berapa jam akses internet. Tetapi bagi penjaga warnet atau pegawai biro koran tadi, jelas itu bukan masalah, karena akses internetnya gratis. Dengan biaya modal yang nol dan bisa disambi bekerja, ini menjadi bisnis yang mengasyikkan.

Jadi teringat lagunya Bang Haji… :)

Add comment February 27th, 2010

Sudahkah Kita Bersyukur Hari Ini?

Siang itu panas sekali. Aku menunggu di dalam angkot,  bersama dengan tiga orang lainnya yang tentu saja tidak aku kenal, menggerutu di dalam hati karena belum juga berangkat. Sesekali melirik ke HP, untuk melihat waktu. Pak sopir terus berteriak memanggil penumpang sambil mengipasi dirinya dengan topi. Karena tak jua mendapatkan tambahan penumpang, akhirnya pak sopir pun memutuskan untuk berangkat.

Angkot berjalan dengan pelan, karena pak sopir masih mengharapkan penumpang. Aku masih menggerutu dalam hati, sambil melihat HP, mengecek waktu, dan merasa gelisah.

Hingga ada seorang bapak yang menyetop angkot. Awalnya aku tak perduli dengannya. Tapi ketika bapak itu naik dan duduk di dekat pintu angkot, dia melayangkan senyum kepadaku. Aku langsung terdiam dan tak berani menatapnya. Aku langsung merasa malu dengan diriku sendiri. Malu karena jarang sekali bersyukur dengan segala nikmat yang telah diberikan Tuhan. Malu karena tadi menggerutu tanpa henti cuma gara-gara kepanasan sebentar di dalam angkot.

Dan akhirnya Bapak itu tiba di tujuannya. Dengan susah payah dia turun dari angkot, dengan tetap tersenyum. Meskipun dia terpaksa berjalan meringsut dengan tangannya, tanpa tongkat. Karena kedua kakinya lumpuh…

 

4 comments February 2nd, 2010

Long Distance Relationship Hari Ini

Adalah dilema jika terpaksa harus berjanji tetapi tidak bisa memastikan kapan bisa menepati janji itu. Sehingga janji itu tetap harus terucap, karena terkait dengan rencana hidup orang yang dijanjikan.

Kerinduan membuat aku berjanji untuk pulang menemuinya, sejak tiga bulan lalu. “Telepon dan sms tidak cukup untuk menggantikan kehadiranmu”, begitu katanya. Tapi pekerjaan yang menumpuk, jarak yang terpisah pulau, serta keuangan yang menipis membuat janji itu terus kupaksa untuk berjalan mundur hingga hari ini.

Terus dipaksa untuk menelan ketidakpastian  membuatnya  berucap, “Orang yang tidak bisa menepati janji, sama dengan orang yang tidak bertanggung jawab”. Marah? Jelas sekali terasa dari kata dan intonasinya. Aku pun terdiam, tak kuasa untuk mengajak bersilat lidah.

Yup, inilah masalah paling populer dari Long Distance Relationship. Tapi aku tetap belum bisa memberinya kepastian itu, betapapun inginnya aku saat ini…

2 comments January 17th, 2010

Resolusi 2010 Hari Ini

Lha, kok tiba-tiba ikutan bikin resolusi? Tahun baru mah udah lewat bos. Mendingan go with the flow ajalah…

Begitulah celetukan seorang teman ketika pagi tadi saya mengganggu dia dengan gagasan-gagasan resolusi di 2010 ini. Tak ada yang istimewa, karena dari tahun ke tahun gagasan-gagasan resolusi itu sama adanya. Dan saya pernah mendengar dan membaca (entah dimana saya lupa), ada orang yang resolusinya adalah “berhenti membuat resolusi“.

Faktanya,  sangat mudah bagi saya untuk membuat  sebuah gagasan resolusi tapi sungguh sulit untuk melaksanakannya. Apalagi resolusi tersebut hanya saya yang tahu, sehingga ketika tidak terlaksanapun saya tidak akan merasa malu.

Tetapi hari ini saya ingin membuat sedikit perubahan dengan melibatkan orang lain untuk mengawasi pelaksanaan resolusi yang saya buat hari ini. Karena saya ingin belajar untuk merasa malu, karena telah membohongi diri sendiri.

Dan resolusi 2010 itu adalah, Rutin Update Blog Ini Minimal 2 Minggu Sekali, Karena Saya Ingin Blog Ini Tetap Ada Sehingga Bisa Dibaca Anak Cucu Saya Nanti Meskipun Saat Ini Saya Belum Punya Anak

That’s It. Gampang kan bikinnya. Mari kita lihat apakah segampang itu saya melaksanakannya… ^^


1 comment January 12th, 2010

Tentang Twitter Hari Ini

Okeh people, dalam kesempatan update yang langka hari ini saya mau talk about twitter aja lah…

Honestly, saya baru ajah understand gimana caranya maen Twitter itu baru last week tepatnya per tanggal 24 Desember 2009. Sebelumnya saya taunya cuma nge-following artis dan blogger favorit aja. Masih inget pertama kalinya yang saya following adalah Raditya Dika aka Kambing Jantan, Joko Anwar dan Pandji. Setelah itu baru following artis-artis laennya. Dari ranah blogger seleb yang saya following tentu saja Ndoro Kakung, Paman Tyo, mas Iman Brotoseno, mas Nukman, mas Momon, mbak Tika yang banget ituh, Kanjeng Raja Matriphe, mas Fanabis dan mbak Dos. Tak ketinggalan tokoh-tokoh yang saya kagumi seperti Wimar, GM, Mir Les, Dee dan Desi Anwar.

Awalnya saya merasa very confusing mengikuti conversation ala twitter ini: gimana caranya mau ikutan komentar dan apa artinya RT, DM, #, dan @. Beruntunglah saya diberi pencerahan oleh tuturannya mbak Dos. Lalu setelah itu saya secara slowly mulai bisa bercakap ala twitter.

Dan conclusion saya:

Bermain twitter sangat menyenangkan. Walaupun saya berada di luar Jawa, saya jadi tidak merasa ketinggalan informasi tentang isu-isu apa yang sedang hot saat ini. Akibatnya, sekarang saya jadi kecanduan Twitter dan mulai abai pada Facebook (kecuali untuk maen Mafia Wars dan Cafe).

Tapi, follower saya baru 3 orang. Kalo ada yang khilaf dan mau follow saya, silahkan meluncur ke www.twitter.com/ekoprayit

Selamat Tahun Baru 2010

*Mohon maaf atas kekacauan bahasa yang ditimbulkan. Tiup terompet*



1 comment January 4th, 2010

Sorry, no access anymore…

sorry, no access anymore

Untung akses fesbuk via Handphone kantor tidak ikut-ikutan ditutup… ^_^

1 comment November 11th, 2009

Karena kangen nge-blog lagi hari ini…

Bisa karena biasa, karena biasa jadi bisa…

1. Saya, orang yang “sangat-sangat” malas bangun pagi, jadi “terpaksa bisa” bangun pagi gara-gara jam 8 pagi sudah harus siap di tempat kerja…

2. Saya, orang yang “sangat-sangat” gagap internet, jadi “terpaksa bisa” browsing sana-sini gara-gara kerjaan yang mau ga mau harus pake internet…

3. Saya, orang yang “sangat-sangat” pemalu, jadi “terpaksa bisa” ga tau malu gara-gara tempat kerja mengharuskan untuk menjalin networking…

4. Saya, orang yang “sangat-sangat” lama ga nge-blog, jadi “terpaksa bisa” posting gara-gara kangen nge-blog lagi hari ini…

Apa kabar hari ini? Tidakkah kita sudah “sangat-sangat” lama tidak bersua… :)

2 comments July 5th, 2009

Previous Posts


Ruang Pamer

Yang Numpang Lewat

Archives

Recent Posts

Links

Recent Comments

Shinystat